Sumber-sumber Kebahagiaan

oleh -32 views

Setiap individu tentunya ingin sekali bisa menemukan sumber kebahagiaan dalam hidupnya. Lalu sebenarnya apa sih kebahagiaan itu? Menurut KBBI kebahagiaan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan kesenangan, ketentraman hidup secara lahir dan batin yang maknanya adalah untuk meningkatkan visi diri. Adapun indikasi dari sebuah kebahagiaan adalah arti dan tujuan hidup. Kebahagiaan merupakan keseluruhan arah dan cita-cita akhir dari eksistensi manusia dimana manusia dapat merasakan ketenangan jiwa dan raga.

Kebahagiaan merupakan dambaan setiap manusia, maka setiap jiwa yang bernafas akan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan seperti yang ia dambakan. Namun ternyata tidak semua manusia berhasil menemukan kebahagiaan. Karena apa? Mereka tidak mengerti dari mana sumber-sumber kebahagiaan hakiki itu berasal sehingga tidak mengerti bagaimana cara merengkuh kebahagiaan tersebut. Oleh karena itu yuk simak pemaparan di bawah ini:

  1. Tauhid

Mengesakan Allah dengan penuh kesadaran, meniadakan sekutu, mewujudkan makna hamba, dan menerima syari’at-Nya tanpa penolakan.

  1. Taubat

Menyesali dosa-dosa yang telah dilakukan dan memohon ampunan-Nya.

  1. Beriman terhadap takdir

Mengetahui bahwa segala sesuatu itu telah ditentukan di dalam kitab, berserah diri saat ditimpa musibah, memperhitungkan pahala, tidak mengadakan penentangan terhadap penyebab semua sebab (Allah).

  1. Akhlak yang baik

Seperti perkataan yang lembut, hati yang penuh kasih terhadap sesama, perbuatan yang tangkas, wajah yang ceria, dan tidak melakukan perbuatan yang tidak layak.

  1. Qana’ah.

Merupakan sikap ridha terdapat pembagian rezeki meskipun dengan sepotong roti kering, air yang jernih, menyimpan kezuhudan dan harga diri, karena jika hanya menyimpan harta, kekayaan itu akan sirna.

  1. Tawakal

Merupakan sikap berserah diri kepada Allah yang Maha Perkasa, menunggu kemudahan dari-Nya pada saat kesulitan. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas urusn-Nya, karena Allah Raya Yang Maha Perkasa.

  1. Ridha

Merupakan ketenangan hati terhadap Sang Maha Pengatur, percaya akan takdir yang terbaik yang telah ditetapkan oleh sang Penentu Takdir, nyaman terhadap pilihan terbaik-Nya, Dialah yang mengajukan dan yang mengakhirkan.

  1. Zuhud

Perilaku menghindari kehinaan, menyadari bahwa umur itu singkat, memandang harta kekayaan yang melimpah seperti kulit buah yang tipis, agar memiliki keyakinan bahwa yang sedikit dan yang banyak itu akan sirna, yang kecil maupun yang besar.

  1. Berbuat baik kepada orang lain

Yaitu dengan memberikan kebaikan kepada sesama, menyenangkan dan membahagiakan orang lain, lapang dada terhadap mereka dari kedengkian.

  1. Ilmu yang bermanfaat

Menolak berbagai hal syubhat, membakar syahwat, maka denganya tujuan akan tercapai, cita-cita dapat tergapai, dan dengan ilmu yang bermanfaat kesedihan nan menyakitkan akan lenyap.

  1. Tidak menyibukkan diri dengan hari esok

Hal ini di karenakan hari esok itu perkara yang masih gaib dalam kegelapan, maka penting untuk mengalihkan pikiran padanya berarti melelahkan jiwa pada apa yang tidak membuahkan kemuliaan.

  1. Melupakan masa lalu

Mengingat-ingat masa lalu dan berandai-andai kembali lagi ke masa lalu dan menyesali apa yang telah terjadi pada masa lalu. Dengan mengingatnya akan mematikan kecerdasan, memperbarui kesedihan, dan menyulut ketakutan. Oleh karenanya masa lalu bukanlah untuk di ratapi tetapi untuk di perbaiki agar ke depannya menjadi lebih baik lagi.

  1. Menjauhi kekosongan

Dengan menyibukkan diri dengan amal ibadah, menghindari berteman dengan orang-orang yang memiliki perangai yang buruk, dan tidak terjerumus pada angan-angan yang panjang, karena usia itu adalah apa yang telah kamu hasilkan, dan seakan-akan ajal telah tiba.

  1. Pendek angan-angan

Membatasi angan-angan, menyadari bahwa setiap yang hidup tidak akan kekal selamanya, dan kematian itu dekat, maka konsekuensinya harus meninggalkan hal-hal yang tidak berarti, dan bertaubat kepada Allah.

  1. Keselamatan hati

Menyelamatkan hati dari berbagai macam penyakit, kejernihan hati dari berbagai keraguan dan penentangan, kemantapannya dalam ketakwaan disertai dengan pencerahan, hingga merasa bahagia di dalam taman wahyu.

  1. Berani

Merupakan kekuatan hati di hadapan berbagai guncangan badai, ketenangan hati dalam menghadapi hal-hal menakutkan, keteguhan jiwa saat kondisi yang sangat keras, dan merasa aman meskipun dalam kondisi berbahaya.

  1. Mengesampingkan perkataan musuh

Dengan cara berpaling dari setiap perkataan yang menyesakkan, melemparkannya ke tembok, menolaknya dengan penuh ketegasan, serta menganggapnya sebagai kebodohan orang yang berbuat kesalahan.

Nah bagaimana? Sudah tahu kan dari mana saja sumber-sumber kebahagiaan itu berasal? Yuk diamalkan, semoga kebahagiaan hakiki dapat kita rengkuh yaa.

Penulis : Fairuzil Bararah mahasiswi jurusan Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry Banda Aceh