Selamat Jalan Canon

oleh -348 views

Hari ini Sabtu 23 Oktober 2021, waktu menunjukkan 19:15 baru saja aku selesai menunaikan ibadah salat magrib. Lalu aku scroll Instagram sambil menunggu selesai waktu maghrib untuk kembali melanjutkan aktivitas. Tiba-tiba satu foto anjing hitam melintas di beranda ku.

Ku lihat tulisan yang panjang di sana dan ada beberapa foto tapi aku belum sempat menggesernya ke samping. Ku baca tulisan yang mengalir jatuh ke bawah itu. Ternyata itu kisah yang dituliskan seseorang yang mengatas namakan anjing itu.

Awalnya aku penasaran, ku pikir ini cerita yang akan mengguggah perasaan ku. Benar saja, tulisan itu benar-benar menggugah perasaanku, perasaan sedih yang mendalam.

Bagaimana tidak, seekor anjing bernama Canon yang tinggal di Pulau Banyak, Aceh Singkil itu harus mati. Bukan karena dia mengganggu orang, bukan karena dia menyerang masyarakat atau pun wisatawan, justeru karena mati kehabisan nafas, ya, sepertinya begitu yang aku baca dari tulisan-tulisan yang bersleweran di media sosial.

Aku memang belum pernah bertemu Canon dan bahkan jika aku bertemu dia aku tidak akan menyentuhnya. Tapi cerita Canon sungguh telah melukai perasaan terdalam ku. Bagaimana tidak, aku adalah pecinta kucing, hari ini aku baru saja membangun sebuah rumah kecil yang sama tingginya dengan rumah ku, khusus untuk kucing-kucing ku yang aku adopsi dari jalanan dan kini jumlahnya hampir 20 ekor.

 

 

 

 

 

 

Mungkin pihak berwenang benar, mereka ingin membangun pariwisata agar wilayah tersebut menjadi lebih baik. Pariwisata halal katanya. Lalu apakah sudah dengan standar yang baik? Menggunakan alat penangkap hewan yang benar agar tidak di gigit, menggunakan sarung tangan? Dengan pet cargo? Toh semua bisa melihat bahwa Canon sedang dirantai dan menunggu tuannya. Kenapa hari dengan sesuka hati membawanya tanpa seizin tuannya? Tidak bisakah menunggu untuk pergi bersama sang tuan?

Aku merasa kecewa. Meski hanya seekor hewan yang aku tidak tau apakah dia benar seperti yang mereka katakan. Tapi jika itu adalah kucingku, aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan jawaban dari apa yang seharusnya.

Canon mungkin hanya satu dari sekian banyak kejadian seperti ini. Kejadian yang merugikan mereka yang lemah dan tak berdaya. Yang butuh perhatian dan kasih sayang manusia. Sayangnya, manusia kadang tak semulia dan setulus apa yang seharusnya.

Huufft. Air mata ini terus kutahan. Meski sesekali ku seka juga. Perih rasanya. Ditambah lagi aku melihat cerita cartoon tentang Canon yang semakin menyayat hatiku. Aku harap akan mendapatkan jawaban dari apa yang seharusnya aku ketahui dan apa yang sebenarnya aku inginkan dari kejadian ini.

Ini pelajaran untuk kita. Untuk selalu menjadi insan yang tak pernah pandang bulu, mengasihi sesama dan juga kasih kepada makhluk ciptaan tuhan lainnya. Bahkan kepada semut sekalipun.

Aku hanya berharap kepada Allah, jika memang mereka bersalah maka maafkanlah mereka. Pertemuan lah Canon kelak dengan pemiliknya diakhirat. Jika memang mereka benar, maka bukakanlah pintu pemahaman kepada seluruh masyarakat. Aammin Ya Rabbal ‘Alamin. Selamat jalan Canon.