Trumon Wildlife Corridor : Kawasan Konservasi diatara TNGL dan SM Rawa Singkil

oleh -244 views
Patroli di TWC. Foto Dok Yasser Premana

Trumon Wildlife Corridor (TWC) merupakan kawasan hutan yang menghubungkan dua kawasan konservasi besar yaitu Taman Nasional Gunung Leuser dengan Suaka Margasatwa Rawa Singkil di wilayah Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan.

Kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati baik Flora maupun Faunanya. Kawasan ini memiliki luas ± 2.700 hectar dan berfungsi sebagai kawasan penyangga yang memungkinkan sebagai jalur migrasi berbagai spesies antar kedua kawasan, sehingga habitat satwa liar yang terancam punah seperti  Badak, Gajah, Harimau, Orangutan dan berbagai spesies lainnya tersebut menjadi utuh (tidak terfragmentasi).

Kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati baik hewan maupun tumbuhan serta memiliki pemandangan yang indah. Kawasan yang relatif kecil ini memiliki peran yang besar dalam mempertahankan keanekaragaman hayati, meningkatkan dinamika ekologi , dan menjaga keutuhan ekosistem secara keseluruhan dari wilayah sekitarnya.

Kawasan ini dibebaskan oleh pemerintah dengan menggunakan dana reboisasi melalui Program Pengembangan Leuser dan ditetapkan sebagai kawasan koridor berdasarkan Surat Keputusan  Bupati Aceh Selatan Nomor  593.33/170.A/1998 tanggal 20 Juli 1998.

Pada tahun 2000, Yayasan Leuser International (YLI) menggagas dan membentuk kawasan koridor serta pembangunan Conservation Response Unit (CRU) pada tahun 2011-2014 melalui program TFCA Sumatera berdasarkan perjanjian kerjasama antara YLI dengan BKSDA Aceh.

Forum Komunikasi  Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Aceh selatan melanjutkan kegiatan ini dengan pendanaan dari USAID Indonesia Forest and Climate Support (USAID IFACS), FKPSM  melakukan upaya perlindungan kawasan untuk meminimalisir deforestasi melalui kegiatan Conservation Response Unit (CRU), Collaborative Patrol, Livelihood, Community Conservation  Livelihood Agreement, dan Ecotourism.

Kegiatan ini bekerjasama dengan berbagai pihak terkait lainnya baik dari pemerintah maupun non pemerintah.  Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memberikan dukungan operasional CRU sejak 2014, sedangkan bangunan dan beberapa fasilitas  pendukung masih menggunakan fasilitas yang dibangun oleh YLI dan Vesswic.

Pada Tanggal 4 Pebruari 2014, TWC resmi dibuka untuk masyarakat umum baik Nasional maupun Internasional sebagai Kawasan Sekolah Rimba, Penelitian dan Ekowisata. Kegiatan ekowisata yang ditawarkan antara lain; menyusuri hutan dengan gajah, mendaki gunung, pemandian air terjun dan sungai-sungai alami didalam hutan, perjalanan malam di hutan dan juga pemantauan satwa.

Pengelolaan Kawasan TWC dilakukan oleh masayarakat lokal setempat dibawah dampingan beberapa Pihak terkait seperti BKSDA melalui CRU Trumon, UPTD KPH Wilayah VI Aceh, Pemerhati Lingkungan, dan Staholder terkait lainnya . Namun dengan terbatasnya fasilitas yang ada serta Sumberdaya Manusia yang relative rendah untuk pengelolaan Kawasan TWC dengan standar Skala Internasional, maka diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan upaya konservasi di Kawasan ini.

Dengan berpartisipasi  dalam kegiatan ini, berarti telah ikut pula berpartisipasi dalam melestarikan keanekaragaman hayati dalam kawasan hutan di kawasan TWC dan sekitarnya yang meliputi Taman Nasional Gunung Leuser dan Suaka Margasatwa Rawa Singkil.

 

Penulis             : Yasser Premana, S.Hut, MP

Praktisi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

E-mail              : yasser.premana2013@gmail.com